Distributor aisya Promoted by Syarifah Aisya

Unilever Evaluasi Produk Dengan Rebranding
unilever-evaluasi-produk-dengan-rebranding

By Aqueen 06 Apr 2021, 17:40:57 WIB Tutorial
Unilever Evaluasi Produk Dengan Rebranding

Keterangan Gambar : Unilever Indonesia


Unilever Evaluasi Produk Dengan ReBranding 

 

             Berbekal Pengetahuan Yang Berkembang

 

       Perkembangan pengetahuan mendorong brand untuk terus mengevaluasi nilai-nilai yang di bawa oleh produknya.

 

Salah satunya kecantikan. Yang sekarang ada nilai-nilai yang semakin inklusif.

 

Dan sampai sekarang pun yang masih ramai adalah isu kecantikan untuk menuntut masyarakat secara umum agar tidak menentukan standar penampilan sesuai dengan stretipe,karena setiap orang punya keunikan nya masing-masing.

 

Positive Beauty 

 

Dan Unilever adalah salah satu brand yang memerhatikan perkembangan isu di masyarakat. Secara penuh perhatian juga terus beradaptasi dengan isu dan ilmu pengetahuan yang berkembang dan berusaha agar tetap relevan.

 

Seperti yang di lakukan nya baru-baru inu untuk mengubah istilah normal pada semua produk kecantikan dan perawatan tubuhnya dengan meluncurkan visi positive Beauty.

 

Seperti yang di lakukan nya baru-baru ini untuk mengubah istilah normal pada semua produk kecantikan & perawatan tubuhnya dengan meluncurkan visi positive beauty.

 

 

Positive Beauty merupakan usaha untuk menciptakan standar baru bagi dunia kecantikan yang setara, inklusif,memposisikan diri nya ke dalam posisi yang sama dengan orang lain atau kelompok lain sehingga membuat orang tersebut berusaha untuk memahami untuk menyelesaikan nya, sehingga berproses sampaiberkelanjutan.

 

Sunny menambahkan juga dengan visi baru ini,brand kecantikan dan perawatan tubuh Unilever akan pelan-pelan bertransformasi menyesuaikan diri dan formulasi produk.

 

Hasil studi yang dilakukan Unilever di 9 negara dan melibatkan 10k orang,ditemukan sejumlah fakta menarik.

 

Inilah presentasi pendapat responden :

 

55% : industri kecantikan dan perawatan tubuh dapat membuat orang di kucilkan akibat pesan kecantikan standar yang mereka angkat.

 

74% : melihat industri ini lebih fokus untuk membuat orang merasa lebih baik daripada semata terlihat lebih baik.

 

52% : lebih memerhatikan sikap sebuah perusahaan terhadap masalah sosial sebelum membeli.

 

Setidak nya ada 7 dari 10 orang setuju bahwa penggunaan istilah normal pada kemasan produk dan iklan memiliki dampak negatif.Rasio pendapat ini bahkan lebih tinggi menjadi 8 dari 10 orang pada konsumen usia muda (18-35 tahun).

 

"Oleh sebab itu kami menghapus istilah 'normal' dari semua unsur produk kecantikan dan perawatan kulit. Tidak hanya untuk memperbaiki citra ,tapi juga memanfaatkan kemampuan brand untuk mengakhiri diskriminasi. Kami juga ingin menilai kecantikan lebih inklusif dan standar kecantikan terhapuskan dan bisa menumbuhkan pendapat bahwa cantik tidak berdasar pada sebuah standard tertentu,'' lanjut Sunny.

 

Kurang dan lebihnya ada 12 brand Unilever yang akan menghapuskan istilah normal pada semua materi pemasaran dan kemasannya.

 

Tran Tue Tri, Beauty & personalnya care direktor PT Unilever Indonesia TBK.m Menambahkan di Indonesia,tidak hanya materi pemasaran,tapi semua brand ini juga menghadirkan upaya edukasi kepada konsumen dan masyarakat untuk menciptakan ekosisitem industri kecantikan yang lebih insklusif.

 

"Untuk rencana kedepan nya Unilever Indonesia akan membagi tiap brand untuk bertanggung jawab sesuai bidang dan cakupan konsumen nya. Seperti sunslik yang fokus pada kampanye peningkatan kepercayaan diri perempuan,Glow & Lovely dengan fokusnya pada pendidikan perempuan,atau lifeboy yang berfokus pada edukasi kebersihan tubuh dan lingkungan. Ke depan nya,akan ada lebih banyak upaya inklusivitas dan berkelanjutan yang di lakukan oleh brand Unilever," pungkasnya.

 

Sebelumnya aku mau tau nih, Ukamers sudah paham kan kalau Unilever ini merupakan sebuah holding brand yang memiliki banyak brand turunan?

 

Unilever terus mengasah ilmu pengetahuan nya untuk mengembangkan brand turunan nya secara maksimal dan sustain.

 

Mau seperti Unilever?

 

Bisa dengan pelajari fundamental Branding terlebih dahulu dari E-Couse fantastic Brand sebagai langkah awal pembentukan pondasi brand kalian.




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment

Jejak Pendapat

Mana Jenis Busana Muslim favorit anda?
  Abaya
  Tunik
  Gamis
  Kaftan
  Blus

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video
Yuk Temukan Toko Terdekat dari tempat tinggal anda agar belanja lebih mudah. Klik / Cari Disini