Distributor aisya Promoted by Syarifah Aisya

Psikologi Harga : Membuat Program Diskon yang Terlihat Menggiurkan
Trik psikologi harga

By Siti Komariah 24 Apr 2021, 14:00:20 WIB Tips Bisnis
Psikologi Harga : Membuat Program Diskon yang Terlihat Menggiurkan

Keterangan Gambar : Trik Psikologi Harga


Psikologi harga itu apa sih? Memangnya, hubungannya ilmu psikologi dengan penentuan harga itu apa? Ternyata memang ada hubungannya lho! Bahkan, kita sering menemuinya di berbagai promo diskon yang digelar oleh vendor-vendor ternama. Tapi, mungkin kita kerap kali tidak menyadari bahwa ternyata didalamnya ada pengaruh ilmu psikologi yang turut berperan dalam menentukan harga-harga diskon tersebut.


Contoh, kita pasti kerap melihat berbagai promo diskon yang menerapkan harga-harga seperti 39.999, 99.999, dan seterusnya. Alih-alih berpikir bahwa harga-harga tersebut lebih murah, ternyata selisihnya hanya Rp.1 saja dari harga normal sebelum diskon.


Seperti awal yang harga normalnya Rp. 100.000 setelah diskon dijual menjadi Rp. 99.999. Tentu saja konsumen akan lebih tertarik untuk membeli yang harganya Rp. 99.999. Padahal, hanya selisih 1 rupiah saja.


Di situlah sebuah peran psikologi harga bermain. Para penjual menentukan harga sedemikian rupa, sehingga akhirnya kita akan lebih tertarik untuk membeli produk tersebut secepatnya. Bagi pelanggan, fakta ini mungkin terdengar menyebalkan. Karena setelahnya kita baru menyadari bahwa ternyata kita selama ini sering dikelabuhi harga.


Sebaliknya, psikologi harga menjadi pembahasan penting yang wajib dikuasai para pengusaha, supaya dapat meningkatkan penjualannya secara signifikan.


Karena itulah, mari kita mengulas 8 trik psikologi harga paling populer yang bisa kamu aplikasikan dalam membuat promo diskon. Berikut ini pembahasannya.


1. Gunakan Teknik Harga Coret


Kamu cukup menampilkan 2 harga di label, yaitu satu harga yang didiskon dan satu lagi harga normal yang dicoret. Kamu pasti sering menemuinya di berbagai mini market/super market yang kami kunjungi kan? Nah, inilah waktu yang tepat untuk meniru trik tersebut.

Dengan menampilkan dua harga seperti itu, pelanggan akan terkesan lebih diuntungkan, karena mereka merasa lebih menghemat uang jika membeli produk yang didiskon. Jadi, mereka akan melakukan pembelian secepatnya.


2. Kurangi 1 Digit dari Harga Normal

Trik psikologi harga yang kedua yaitu dengan mengurangi 1 digit angka dari harga normal. Ini juga termasuk terknik yang paling sering dipakai. Yakni, dengan mengurangi 1 digit angka atau 1 rupiah dari harga normal sebelum diskon.


Misalnya, seperti yang sudah dibahas di atas. Dari harga normal Rp. 40.000, diskon ditulis menjadi harga Rp. 39.999, atau dari harga normal Rp. 200.000 menjadi harga Rp. 199.999.


Ternyata pengurangan 1 digit ini mempengaruhi kondisi psikologis konsumen lho! Walaupun hanya selisih 1 rupiah saja, mereka berpikir harga yang telah dikurangi 1 digit t tersebut terkesan lebih murah, karena mengira bahwa Rp. 39.999 hanya 30 ribuan saja tidak sampai 40 ribu.


3. Gunakan Taktik Simpan Kata

Selanjutnya ialah taktik simpan kata. Dalam teknik ini, penjual menyimpan atau menyembunyikan beberapa keterangan syarat diskon yang berlaku dari harga yang tertera, agar konsumen lebih terfokus pada harga.


Namun, kamu tidak harus menyembunyikan keterangan tersebut sepenuhnya. Kamu bisa menampilkan syarat dan ketentuan yang berlaku dengan ukuran huruf lebih kecil dan dilengkapi dengan tanda berupa bintang kecil (*).


Secara psikologis, konsumen yang melihat tampilan harga yang tertera akan langsung berpikir bahwa itu murah sekali harganya. Padahal, di balik promo potongan harga tersebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dan syarat itu ditulis dalam ukuran font yang lebih kecil dan terlihat tidak menonjol.


4. Tampilkan Harga Referensi  yang Tepat

Artinya, kamu menjual produk yang sama dengan beberapa pilihan harga dan ukuran. Misal, coba buat 1 harga paling mahal, namun nampak paling menguntungkan.


Misalnya begini, ada 2 varian harga milk shake, yaitu medium dan large.


Ukuran medium : 10000/ gelas
Ukuran large : 15.000/ gelas

Dari varian harga tersebut, rata-rata orang akan lebih memilih ukuran milk shake ukuran medium. Karena ukuran large seperti terlalu banyak dan harganya juga terlalu mahal. Tapi, coba bedakan jika kamu membuat beberapa referensi harga sebagai berikut :


Ukuran medium : 13.000/ gelas
Ukuran large : 15.000/ gelas

Nah, dari varian harga yang kedua, orang pasti akan lebih tertarik membeli milk shake ukuran large. Karena harga yang medium tidak jauh berbeda dengan yang berukuran large. Konsumen pun akan mengira bahwa ukuran large lebih menguntungkan, karena memiliki isi yang lebih banyak dan harganya pun tidak terlalu jauh dari ukuran medium.


5. Gunakan Ekuivalen Harian

Jika kamu menjual produk berlangganan, ada salah satu teknik psikologi harga paling jitu yang bisa kamu terapkan. Yaitu, tampilkanlah harga berlangganan dalam ekuivalen harian daripada bulanan atau tahunan.


Misalnya, jika harga berlangganan perbulan sebesar Rp. 500.000, kamu bisa mengubahnya dengan menampilkan harga berlangganan per hari. Jadi, jangan tampilkan Rp.500.000/bulan, tapi cukup berlangganan Rp.20.000/ hari. Atau kamu juga bisa mengombinasikan trik pengurangan 1 digit menjadi 19.999/ hari.


Nah, dengan begitu pelanggan akan berpikir bahwa harga berlangganan yang kamu tawarkan terdengar lebih murah. Karena per harinya cukup membayar Rp.19.999 saja.


6. Tampilkan Harga dengan Warna Mencolok/Kontras

Agar harga diskon nampak lebih menonjol dan langsung menarik perhatian pelanggan, maka kamu perlu mendesain label harga menggunakan warna yang mencolok atau kontras. Kamu bisa menggunakan warna merah, atau memakai warna kertas label yang berbeda dari label produk lainnya yang tidak didiskon. Hal ini secara psikologis akan membuat pelanggan lebih tergiur untuk segera membeli produk diskon tersebut.

 

7. Bundling Beberapa Barang

Daripada menjual satu produk yang didiskon, akan lebih menarik lagi jika kamu menerapkan sistem bundling yaitu menjual beberapa barang menjadi satu. Kamu bisa menuliskan promo beli produk A akan mendapatkan produk B, atau beli 2 gratis 1, dan seterusnya. Dengan cara ini, pelanggan akan terkesan lebih diuntungkan, sehingga ia pun segera membeli promo bundling tersebut.


Nah, bagaimana? Tertarik mencoba trik-trik psikologi harga yang disebutkan di atas? Perlu kamu ingat, penjual yang baik ialah penjual yang jujur. Jika kamu bermaksud mengaplikasikan 7 trik di atas, pastikan tidak ada kebohongan yang sengaja kamu lakukan untuk menipu konsumen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment

Jejak Pendapat

Mana Jenis Busana Muslim favorit anda?
  Abaya
  Tunik
  Gamis
  Kaftan
  Blus

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video
Yuk Temukan Toko Terdekat dari tempat tinggal anda agar belanja lebih mudah. Klik / Cari Disini