Distributor aisya Promoted by Syarifah Aisya

Tiru Strategi Starbucks Dalam Meraih Hati Pelanggan
Trik Psikologi dari Strategi Pemasaran Starbucks

By Siti Komariah 20 Mei 2021, 16:16:23 WIB Bisnis
Tiru Strategi Starbucks Dalam Meraih Hati Pelanggan

Keterangan Gambar : Trik Psikologi dari Strategi Pemasaran Starbucks


Coba kamu sebutkan nama kedai kopi modern yang paling mudah ditemukan dimana-mana?

Semua orang, di Indonesia ataupun dunia setuju menjawab Starbucks. Di Indonesia, Starbucks telah tumbuh subur di beberapa kota besar, seperti Bandung, Jakarta, Surabaya hingga Bali dengan jumlah yang mencapai ratusan cabang.


Namun, tahukah kamu jika awalnya Starbucks hanyalah sebuah toko penjual biji kopi kecil di daerah Seattle, Amerika Serikat. Tapi kini, Starbucks memiliki cabang di seluruh dunia bahkan mencapai puluhan ribu. Lantas bagaimana cara mereka bisa sukses ekspansi ke ratusan negara di dunia?


Starbucks mempunyai cara unik dalam melakukan pemasaran bisnis kopi mereka. Salah satu trik marketing yang mereka lakukan ialah dengan menuliskan nama konsumen di setiap gelas kopi pesanan. Trik itu sukses dan kini banyak ditiru oleh banyak merchant lainnya.


Akhirnya kini semua orang sudah tahu mengenai trik tersebut. Akan tetapi sebenarnya, Starbucks memiliki trik-trik psikologi marketing lainnya yang mungkin saja belum kamu ketahui. Jika kamu adalah seorang pengusaha, kamu bisa coba tiru dan terapkan trik ini di dalam bisnis kamu ya!


Daftar menu tradisional dengan pengaruh centre stage effect

Pesan dan kemudian beli. Starbucks memakai gaya penjualan tradisional yang mana konsumen akan mengantri berbaris di depan meja kasir sambil memilih minuman yang akan dipesan. Dari semua itu, apa yang unik? Ya, daftar menu yang tertempel di dinding.


Starbucks memakai papan tulis dengan warna hitam untuk penulisan menu yang sangat sederhana. Namun, siapa yang menyangka itu adalah salah satu trik psikologi marketing yang dilakukan dengan memanfaatkan centre stage effect.


Menu yang tertera di starbucks dibuat sangat sederhana, dibuat secara berurutan dari atas ke bawah. Dan itu memudahkan pelanggan dalam melihat minuman yang akan dipesan. Jika di perhatikan, para pelanggan yang baru atau jarang ke Starbucks, biasanya akan memesan menu minuman di pilihan paling tengah.


Lebih lanjut lagi, centre stage effect membuat konsumen mau melakukan pembelian. Sebab, strategi ini memastikan konsumennya langsung menuju ke meja kasir, tidak duduk terlebih dahulu untuk memilih menu makanan. Selain itu pula, Starbucks tidak menyediakan menu secara lengkap di setiap meja tamunya.


Belum percaya dengan trik ini? Coba ajak teman kamu ke Starbucks dan lihat sendiri apa yang mereka akan pesan!


Ukuran grande lebih menjadi pilihan dibandingkan small atau venti

Dari ukuran small, grande atau venti, kamu pikih ukuran yang mana? Lagi, konsumen yang baru atau jarang ke Starbucks cenderung akan memilih ukuran grande (sedang). Orang-orang akan memilih ukuran aman, bukan besar ataupun kecil melainkan sedang.


Di dalam psikologi marketing, pilihan tersebut termasuk kategori sebagai compromising effect dimana orang akan cenderung memilih ukuran di tengah-tengah. Jika ada ukuran menggunakan hitungan 1-5, kebanyakan orang akan condong ke angka 3. Coba buktikan sendiri.


Selain itu, pemilihan ukuran tengah membuat konsumen tidak harus membayar paling mahal untuk sebuah produk namun pelanggan tetap mendapatkan kualitas dan cita rasa yang tidak kalah bagusnya seperti yang paling besar.


FOMO, instagram marketing

Fear of Missing Out (Takut ketinggalan jaman). Starbucks pasti mengeluarkan produk edisi khusus saat acara-acara khusus. Misalnya, ramadhan, menjelang libur natal, dan lain-lain. Apakah kamu pernah berpikir kenapa Starbucks tidak membuat produk atau varian baru saja untuk kopinya? Kenapa mereka memilih membatasi keberadaan jenis spesial tersebut?


Starbucks membuat varian kopi spesial hanya dalam hitungan waktu tertentu supaya orang-orang mau membelinya secara cepat.


Strategi marketing yang d sama dilakukan oleh Starbucks juga terbantu dengan adanya media sosial. Sekarang ini, orang-orang berlomba untuk memposting foto menarik di Instagram mereka. Hal itu juga yang membuat banyak orang bersegera mencoba rasa baru Starbucks.


Kesimpulannya sih, orang dateng ke Starbucks agar mendapatkan rasa baru agar mereka tidak ketinggalan jaman (FOMO). Momentum ini diketahui betul oleh Starbucks sehingga mereka bisa ‘mengendalikan’ pasar kopi.


Kalo kamu pengusaha, apakah kamu punya cara untuk memakai trik psikologi marketing FOMO ini?


Gabung bersama kemitraan Alaidrous supaya kamu gak hanya sekedar bisnis!


Di Alaidrous kamu akan belajar banyak hal mengenai bisnis. Hal itu sangat penting agar bisnismu tetap bertahan.


Bersama Alaidrous pula, kamu akan berbisnis sekaligus mengetahui lebih dalam strategi bisnis lainnya. Yuk gabung!




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment

Jejak Pendapat

Mana Jenis Busana Muslim favorit anda?
  Abaya
  Tunik
  Gamis
  Kaftan
  Blus

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video
Yuk Temukan Toko Terdekat dari tempat tinggal anda agar belanja lebih mudah. Klik / Cari Disini