Distributor aisya Promoted by Syarifah Aisya

Mengenal Sang Penakluk Konstantinopel
Sultan Muhammad Al Fatih

By Siti Komariah 29 Mar 2021, 04:37:00 WIB Berita Islam
Mengenal Sang Penakluk Konstantinopel

Keterangan Gambar : Sultan Muhammad Al Fatih


Pada tanggal 6 April 1453 Masehi, hari ditaklukkannya konstantinopel.

Pasukan Utsmani yang dibawa oleh Sultan Muhammad Al Fatih sebanyak 250.000 orang dengan senjata-senjata raksasa dan dibuat dengan teknologi canggih pada saat itu. 

 

Sultan Muhammad Al Fatih memiliki penasihat dan ahli perang yang bisa di andalkan.

Halil Pasha, Syeh Aaq Syamsuddin, dan Zaghanos Pasha merupakan tiga orang kepercayaan Sultan Muhammad Al Fatih dalam misi menaklukkan Konstantinopel. 

 

Pertempuran Konstantinopel terjadi di darat, laut, dan bawah tanah, yang mana pertempuran darat lokasinya ada di dekat benteng Konstantinopel, untuk pertempuran laut di perairan Tanduk Emas, dan pertempuran bawah tanah dengan dilakukannya penggalian terowongan oleh pasukan Utsmani untuk meruntuhkan struktur bangunan benteng Konstantinopel.

 

Dalam buku karya Ali Muhammad Ash-Shalabi dengan judul 'Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah', puncak dari penaklukan konstantinopel adalah ketika Sultan Muhammad Al Fatih memutuskan memindahkan kapal perang Utsmani ke jalur darat agar terhindar dari rantai-rantai bawah laut yang dipasang oleh Byzantium Romawi.

 

Lantas siapakah Sultan Muhammad Al Fatih itu?

 

Sultan Muhammad Al Fatih bernama asli Mehmed bin Murad, dikenal juga sebagai Sultan Mehmed II. Lahir di Erdine, Turki Utsmaniyah pada tanggal 30 Maret 1432. Ia adalah Sultan Turki Utsmani yang kala itu berkuasa pada tahun 1444 - 1446 dan 1451 - 1481. Dunia mengenalnya sebagai Sang Penakluk Konstantinopel yang kala itu dipegang oleh Kekaisaran Romawi Timur. 

 

Sang Ayah bernama Sultan Murad II, yang juga merupakan Sultan Turki Utsmaniyah.

Pada usia 11 tahun, Sultan Muhammad Al Fatih dikirim ayahnya untuk memerintah Amasya. Ia juga merupakan murid Syekh Syamsuddin yang masih memiliki keturunan dengan Abu Bakar As-Siddiq. Al Fatih juga merupakan anak didik Molla Gürani. Al Fatih diketahui menguasai bidang ketentaraan, sains, matematika, dan juga menguasai 6 bahasa.

 

Sultan Muhammad Al Fatih sempat naik tahta menggantikan ayahnya pada usia 12 tahun, namun karena serangan bangsa Honggaria pada saat itu membuat ayahnya kembali mengambil alih tahta untuk memimpin pasukan Turki dan memadamkan serangan dari Bangsa Huggaria. Sultan Murad II memegang tahta hingga kematiannya yang kemudian di ambil alih oleh Sultan Muhammad Al Fatih pada saat usia 21 tahun. 

 

Sejak dahulu para Khilafah dan pemimpin Islam sudah berusaha untuk menaklukkan Konstantinopel. Misi penaklukan yang pertama pada tahun 44 Hijriah pada zaman Mu'awiyah bin Abu Sufyan Radhiyallahu'anhu, namun upaya itu gagal. Begitu pula pada zaman Umayyah, Abbasiyah, dan Khalifah Harun al-Rasyid. Usaha penaklukan konstantinopel masih menemui kegagalan.

 

Kemudian Sultan Murad II juga beberapa kali melakukan usaha pengepungan terhadap Konstantinopel. Namun lagi-lagi menemui kegagalan. Sekali kecil Sultan Muhammad Al Fatih selalu mencermati upaya Ayahnya dalam menaklukkan Konstantinopel. Ketika naik tahta, Al Fatih bergegas menemui Sheikh Semsettin agar menyiapkan pasukan untuk menaklukkan Konstantinopel. Dan ia pun berhasil menghimpun 250.000 tentara.




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment

Jejak Pendapat

Mana Jenis Busana Muslim favorit anda?
  Abaya
  Tunik
  Gamis
  Kaftan
  Blus

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video
Yuk Temukan Toko Terdekat dari tempat tinggal anda agar belanja lebih mudah. Klik / Cari Disini